Rumus MAX & MIN Excel: 7+ Contoh Penggunaan Yang Benar

Perhatian! Panduan ini bukan sekedar membahas cara menggunakan rumus MAX & MIN Excel untuk mencari angka tertinggi dan terendah dari sekelompok data.

Melainkan Saya berharap, setelah belajar dari panduan ini, Anda bisa berkata:

  • Ooh ternyata mudah ya mencari angka tertinggi dan terendah dari sekelompok data yang sangat banyak di Excel.
  • Ooh ternyata ini penyebab yang membuat rumus MAX dan MIN memberikan hasil yang salah dari data Saya.
  • Rupanya begini trik para profesional Excel dalam mengolah data menggunakan fungsi MAX dan MIN.
  • Dan Saya rasa bukan cuma itu…

Mudah-mudahan beberapa penjelasan berikut dapat memberikan insight berharga bagi Anda dalam menggunakan rumus MAX & MIN Excel.

Apa Kegunaan Rumus MAX & MIN Excel ?

Dalam statistik, nilai maksimum dan minimum dari sekumpulan data dapat memberikan gambaran tentang rentang data dari nilai tertinggi ke terendah.

Nilai maksimum menunjukkan angka tertinggi. Sedangkan nilai minimum menunjukkan angka terendah dari kumpulan data.

Misalnya, perhatikan tabel hasil ujian mahasiswa berikut:

NamaNilai

Rolan 82
Dedek 78
Masayu 90
Putri 65
Bela 75

Tabel: Ilustrasi nilai tertinggi dan terendah

Dilihat dari data, Masayu memiliki nilai tertinggi yaitu 90. Sedangkan nilai terendah dimiliki oleh Putri sebesar 65.

Mudah ya mencari nilai tertinggi dan terendah. Yaa itu karna datanya sedikit… Bagaimana jika Anda memiliki baris data yang sangat banyak ?

Ada banyak solusinya…

Salah satunya, Anda bisa mengurutkan data dari terkecil ke terbesar atau sebaliknya. Dengan ini Anda bisa mengetahui nilai tertinggi dan terendah dengan cepat.

Namun, mengurutkan data tidak selalu menjadi solusi yang tepat, terutama jika Anda ingin menampilkan angka tertinggi dan terendah di dalam cell lain.

Solusinya, gunakan rumus MAX untuk mencari angka tertinggi dan rumus MIN untuk mencari angka terendah dari sekumpulan data.

Namun, sebelum menggunakan rumus MAX & MIN di Excel, pahami terlebih dahulu aturan penulisannya.

Aturan Penulisan Rumus MAX & MIN Excel

Penting! Sebelum melanjutkan, ketahui dahulu bahwa operator pemisah rumus Excel untuk regional Indonesia berbeda dengan regional English. Indonesia menggunakan titik koma (;), sedangkan English menggunakan koma (,). Software Excel Saya menggunakan regional English. Jika Anda ragu, silahkan pelajari panduan Format English vs Indonesia Excel.

Semua rumus dan fungsi Excel memiliki aturan penulisan masing-masing. Agar tidak terjadi kesalahan (error), pahami dahulu aturan dan bentuk penulisan fungsi MAX dan MIN Excel berikut:

Perhatikan! Rumus MAX dan MIN tersusun dalam 3 argument yang sama dengan Fungsi SUM. Ke tiga argument ini memiliki arti sebagai berikut:

  1. number1 merupakan sekelompok data pertama yang akan dicari nilai tertinggi atau terendah. Argument ini dapat berisi sebuah nilai yang diketik secara manual (konstanta), cell, named range, struktur tabel maupun hasil dari sebuah rumus.
  2. number2 merupakan kelompok data kedua. Argument ini berguna jika Anda memiliki data yang terpisah berdasarkan kolom / sheet / file Excel lain dari kelompok data pertama.
  3. … (optional) merupakan singkatan dari “dan argument seterusnya”. Artinya, Anda bisa menambahkan argument [number3], [number4], [number5] hingga 255 argument ke dalam rumus.

Penting! Semua argument fungsi MAX & MIN dapat berada dalam sheet maupun file Excel berbeda sekalipun.

Biar semakin jelas, perhatikan contoh penggunaan rumus MAX dan MIN berikut:

Cara Menggunakan Rumus MAX & MIN Excel + 7 Contoh

Saya mulai dari contoh yang paling sederhana menggunakan data pertama diatas. Untuk mencari nilai tertinggi dan terendah di Excel menggunakan rumus MAX & MIN, silahkan ikuti tahap-tahap berikut:

  1. Masukkan rumus =MAX( untuk mencari nilai tertinggi, atau
  2. Gunakan fungsi =MIN( untuk mencari nilai terendah.
  3. Pilih (blok) range data dalam file Excel (C2:C6).
  4. Ketik tanda tutup kurung “)” lalu tekan enter untuk melanjutkan. Ini hasilnya:

Benar bukan ? Excel memberikan hasil 90 untuk nilai tertinggi (MAX) dan 65 untuk nilai terendah (MIN).

Supaya lebih paham, coba perhatikan makna rumus yang kita gunakan:

Lihat, rumus diatas hanya menggunakan 1 argument dari fungsi MAX & MIN yaitu argument number1. Lihat kembali aturan penulisannya…

Dalam beberapa keadaan, Anda akan membutuhkan lebih dari 1 argument atau mungkin menemukan beberapa kendala yang membuat Excel menghasilkan nilai tertinggi dan terendah yang salah.

Oleh karena itu, Saya berikan 7 contoh lanjutan dalam menggunakan rumus MAX & MIN Excel untuk tujuan dan jenis data yang berbeda-beda.

#1 Beda Kolom (Berjauhan)

Sebagai contoh, Saya memiliki data angka random pada kolom C dan E seperti gambar berikut:

Kemudian, Saya ingin mencari angka tertinggi dan terendah dari kedua data tersebut. Untuk tujuan seperti ini, Anda bisa menggunakan 2 argument dalam rumus MAX dan MIN dengan cara berikut:

  1. Ketik rumus =MAX( atau =MIN(
  2. Pilih range data pertama (dalam contoh ini C2:C6).
  3. Ketik operator pemisah rumus (tanda , atau ; ).
  4. Pilih range data kedua (dalam contoh ini E2:E6).
  5. Ketik tanda tutup kurung “)” dan tekan enter untuk melanjutkan. Ini hasilnya:

Seperti yang Anda lihat, rumus MAX dan MIN memberikan hasil yang tepat yaitu angka 79 sebagai nilai tertinggi dan angka 30 sebagai nilai terendah.

#2 Beda Sheet dan File Excel

Penting! Untuk melihat 2 atau lebih sheet Excel secara bersamaan, silahkan ikuti Panduan View Multiple Worksheet.

Jika Anda memiliki dua atau lebih data dalam sheet yang berbeda, kemudian ingin mencari nilai tertinggi dan terendah dari data tersebut, maka Anda bisa menggunakan rumus MAX dan MIN berdasarkan aturan penulisan 3D Reference (beda sheet) seperti berikut:

Lihat, rumus MAX dan MIN Excel juga menggunakan 2 argument seperti contoh nilai tertinggi dan terendah beda kolom diatas.

Perbedaannya hanya pada argument ke dua yang menyertakan nama Sheet ke dalam argument rumus seperti =MAX(A2:A6,Sheet4!C2:C6). Ingat, ini aturan penulisan rumus beda sheet.

Namun jika Anda ingin mencari nilai tertinggi dan terendah dari 2 atau lebih file Excel berbeda, maka silahkan sesuaikan dengan aturan penggunaan External Reference Excel.

Oh ya, Saya rasa Anda juga bisa menggunakan fitur View Multiple Workbook untuk memudahkan penggunaan rumus beda file Excel.

#3 Data Berupa Teks dan Cell Kosong

Pada dasarnya, rumus MAX & MIN Excel hanya berguna untuk data berupa angka valid. Jadi jika Anda menerapkan fungsi ini ke dalam cell yang berisi teks, maka Excel akan memberikan hasil nol (0) seperti gambar berikut:

Hasil pada kolom B sudah jelas penyebabnya. Namun jika Anda bertanya kenapa Excel memberikan hasil yang salah untuk data pada kolom C, coba perhatikan kembali isi cell C2, C4, dan C5.

Cell C2 tidak berisi apapun (cell kosong). Sedangkan cell C4 “hanya tampil sebagai angka” tapi isinya bukan angka valid.

Karena angka di dalam cell C4 diawali dengan kutip satu (seperti ’90). Jadi Excel tidak menganggap angka 90 ini sebagai nilai tertinggi.

Sementara untuk cell C5 berisi angka tapi menggunakan format number TEXT. Ternyata Excel juga mengabaikannya dan tidak menganggap angka 65 sebagai nilai terendah.

Itu sebabnya rumus MAX & MIN Excel hanya menganggap data pada cell C3 (78) sebagai angka tertinggi dan cell C6 (75) sebagai angka terendah.

Penting! Jika terdapat banyak sekali data berupa teks yang tampil sebagai angka atau menggunakan format number TEXT, silahkan pelajari Panduan Mengubah Teks Menjadi Angka.

#4 Data Menggunakan Custom Number Format

Custom Number Format pada dasarnya berguna untuk mengubah tampilan data berupa angka atau tanggal valid sesuai keinginan. Artinya setiap cell berisi angka valid.

Salah satu contohnya adalah ketika angka besar disingkat dan menggunakan satuan seperti gambar berikut:

Seperti yang Anda lihat, rumus MAX dan MIN memberikan hasil yang tepat yaitu IDR 45.60 M sebagai nilai tertinggi dan IDR 16.70 M sebagai nilai terendah (sesuai data).

Jadi jangan heran bila Anda menemukan hasil yang tepat untuk data seperti ini.

#5 Data Berisi Nilai Logika (TRUE/FALSE)

Nilai logika (TRUE/FALSE) bisa berasal dari hasil fungsi logika Excel seperti rumus AND, OR, NOT dll maupun diketik secara langsung ke dalam cell.

Apabila range data Anda berisi nilai logika, maka rumus MAX dan MIN Excel akan mengabaikannya seperti gambar berikut:

Jadi perhatikan kembali jika Anda menggunakan salah satu fungsi logika Excel ke dalam cell dari data yang akan di cari nilai tertinggi dan terendahnya.

Karna jika fungsi logika menghasilkan TRUE/FALSE, maka data tersebut akan diabaikan.

#6 Data Berisi Pesan Error

Apabila range data Anda berisi salah satu dari 9 pesan error Excel, maka rumus MAX & MIN juga akan memberikan hasil yang sama dengan pesan error tersebut.

Hasil pada kolom C dan D sama-sama memberikan hasil berupa pesan error dari range data.

Namun, jika range data Anda memiliki lebih dari 1 jenis pesan error, maka Excel hanya akan mengembalikan pesan error yang pertama (seperti hasil pada kolom D).

Jika ini terjadi, setidaknya Anda bisa mengetahui: “Oooh… ternyata ada hasil error dalam range data Saya”. Kemudian langkah selanjutnya, memperbaiki data error tersebut.

#7 Untuk Named Range dan Tabel Bernama

Tentu saja Anda juga bisa menggunakan fungsi MAX & MIN Excel dalam data yang sudah didefinisikan sebagai named range atau sebuah tabel bernama.

Misalnya, Saya membuat named range dari beberapa cell menggunakan nama berikut:

  • Cell A2:A6 dengan nama data_1
  • Cell E2:E6 dengan nama data_2

Karena range data ini sudah didefinisikan sebagai named range, maka Anda bisa menggunakannya secara langsung ke dalam argument rumus MAX & MIN seperti berikut:

Seperti yang Anda lihat, rumus pada cell C3 =MAX(data_1,data_2) memberikan hasil 89 sebagai nilai tertinggi. Ini benar atau salah ? Tentu saja benar ya… Begitu juga dengan rumus MIN pada cell C4.

Penting! Ada banyak kemudahan yang bisa Anda dapat dari fitur named range Excel. Kunjungi Panduan Named Range untuk menambah skill Anda.

Sementara itu, jika Anda membuat sebuah tabel menggunakan fitur Format Tabel Bernama (bukan menggunakan border saja), maka Anda bisa menggunakan struktur tabel ke dalam argument rumus.

Konsepnya hampir sama dengan named range. Hanya saja format tabel bernama memiliki fitur yang lebih lengkap (Saya pikir begitu). Misalnya seperti hasil rumus MAX & MIN berikut:

Seperti rumus MAX pada cell D11 yang berisi:

Begitu juga dengan fungsi MIN yang menggunakan struktur tabel ke dalam argument rumus.

Saya yakin struktur tabel ini bisa membuat rumus jauh lebih terstruktur dari pada menggunakan reference cell biasa seperti A2:A6 dan sebagainya.

Jadi, jika Anda menggunakan Format Tabel Bernama, maka jangan heran Anda menemukan struktur rumus seperti ini.

BONUS: Rumus MAX & MIN Excel Khusus Konstanta (Ketik Manual)

Semua contoh sebelumnya menggunakan reference cell, named range dan struktur tabel dalam argument rumus Excel.

Untuk tujuan tertentu, Anda juga bisa menggunakan konstanta (ketik secara manual) ke dalam argument rumus MAX dan MIN.

Maksud ketik secara manual itu adalah angka yang akan dicari nilai tertingginya diketik secara langsung ke dalam argument rumus. Misalnya seperti rumus =MAX(89,75,32,60,45).

Rumus itu sudah pasti memberikan hasil 89 sebagai angka tertinggi.

Namun bukan hanya itu, Anda juga bisa menggabungkan reference cell dan konstanta dalam rumus MAX dan MIN seperti gambar berikut:

Cell C8 menggunakan rumus berikut:

Yang perlu diperhatikan, ketika Anda memasukkan angka ke dalam argument rumus MAX maupun MIN, maka Anda harus memisahkannya dalam satu argument.

Artinya, setiap nilai mengisi satu argument. Seperti argument [number2] dari rumus diatas yang diisi dengan angka 90 =MAX(C2:C6,90,20).

Saya harap Anda betul-betul memahami aturan penulisan rumus MAX & MIN diatas. Karna Anda bisa menambahkan hingga 255 argument.

Note: Meskipun Anda bisa memasukkan angka secara langsung ke dalam argument rumus MAX dan MIN, ada beberapa keadaan dimana Excel akan memberikan hasil yang salah.

Misalnya, ketika Anda memasukkan teks yang merepresentasikan angka ke dalam argument seperti rumus =MAX(C2:C6,"90",20), maka Excel juga menghasilkan 90 untuk nilai tertinggi.

Padahal, dalam contoh data berupa teks yang tampil sebagai angka, Excel mengabaikan data tersebut.

Ini perbedaan yang perlu diperhatikan.

Selain itu, nilai logika (TRUE/FALSE) yang dimasukkan langsung ke dalam argument rumus juga akan diperhitungkan dalam menentukan nilai tertinggi dan terendah.

Note: TRUE=1 dan FALSE=0.

Misalnya, jika Anda menggunakan rumus =MAX(C2:C6,TRUE,FALSE) atau =MIN(C2:C6,TRUE,FALSE) pada data berupa bilangan desimal antara 0 sampai 1, maka Excel akan memberikan hasil angka 1 sebagai nilai tertinggi dan angka 0 sebagai nilai terendah seperti berikut:

Saya rasa hasil pada cell D9 dan D10 sudah menjelaskan bahwa Excel menganggap nilai logika TRUE=1 dan FALSE=0.

Bagaimana, tidak sulit bukan mencari nilai tertinggi dan terendah di Excel menggunakan rumus MAX dan MIN ?

Next… Tambah skill Anda tentang fungsi statistik Excel melalui Pintasan Panduan berikut:

Leave a Comment