Mengenal Jetpack WordPress: Cara Setting Dan Optimasi Fitur

Anda baru pertama kali mendengar Plugin Jetpack WordPress dan belum tahu cara setting serta optimasi fitur yang ada ? Panduan ini jawabannya…

Dalam Panduan ini, Saya akan bahas secara lengkap, mulai dari mengenal apa itu Jetpack, Cara Install, hingga Cara menggunakan dan mengoptimalkan penggunaan segudang fitur yang ada di Plugin Jetpack.

Penting! Sebelum melanjutkan, pastikan Anda sudah mengetahui Cara Menggunakan WordPress serta sudah menyesuaikan Pengaturan Dasar. Jika belum, silahkan kembali ke SUB-BAB tersebut.

Mengenal Apa itu Plugin Jetpack WordPress

Jetpack adalah salah satu plugin WordPress gratis yang memiliki banyak fitur-fitur untuk mengoptimalkan website / blog.

Beruntungnya, sebagian fitur-fitur penting Jetpack tersedia dalam paket Gratis seperti menutup celah keamanan, meningkatkan performa website hingga optimasi SEO.

Cara menggunakan plugin Jetpack juga sangat mudah. Plugin ini tersusun dalam beberapa modul sehingga Anda bebas untuk mengaktifkan fitur-fitur tertentu saja.

Selain itu, Plugin Jetpack merupakan salah satu plugin yang dikembangkan oleh Automattic, yaitu perusahaan yang membuat WordPress com.

Jadi sudah tidak diragukan lagi kalau plugin Jetpack sangat kompatibel dengan Website WordPress Self Hosted.

Note: Menggunakan Plugin yang 100% kompatibel dengan versi WordPress dapat mengurangi resiko terjadinya error yang tidak diinginkan.

Saat ini, ada 6 fitur utama dari plugin Jetpack yang bisa Anda gunakan dalam versi gratis seperti berikut:

Fitur JetpackKegunaan

Keamanan Mencegah Bruto Force dan Monitor Downtime.
Performa Mengoptimalkan File Statis (CSS dan JS) serta fitur Lazy Load Image.
Konten Membuat Custom Post dan Menambah Widget.
Sharing Membagikan Postingan ke Social Media secara otomatis dan Tombol Share.
Komentar Mengganti form komentar bawaan WordPress + Cegah spam.
Lalu Lintas Melihat trafik (view) website + Optimasi SEO.

Tabel: 6 Fitur Favorit Plugin Jetpack WordPress

Bruto Force merupakan metode hacking (manual / otomatis) yang dilakukan dengan cara mencoba login berkali-kali ke dashboard admin WordPress hingga menemukan kombinasi username dan password yang tepat.

Note: Plugin Jetpack memang kaya akan fitur. Namun Anda tidak wajib menggunakan semuanya. Jauh lebih baik menggunakan fitur-fitur yang penting saja. Untuk mengoptimalkan fitur Jetpack, install terlebih dahulu plugin tersebut.

Cara Install Plugin Jetpack WordPress

Penting! Sama seperti Menginstall Theme, juga ada 3 cara menginstall plugin. Sebelumnya sudah Saya bahas dalam SUB-BAB Plugin (lihat Pintasan Panduan). Jadi pada Panduan ini, Saya hanya tunjukkan 1 cara saja.

Berikut cara install Plugin Jetpack:

  1. Login ke dashboard Admin WordPress Anda.
  2. Buka Menu Plugin > Tambah Baru.
  3. Ketik Jetpack dalam kolom pencarian.
  4. Klik Install dan tunggu proses instalasi sampai selesai.
  5. Klik Aktifkan untuk menjalankan plugin Jetpack.

Sampai disini, tahap instalasi plugin Jetpack sudah selesai. Selanjutnya, untuk memaksimalkan penggunaan Plugin Jetpack, silahkan sesuaikan beberapa setting terlebih dahulu.

Cara Setting Plugin Jetpack WordPress

Penting! Dalam SUB-BAB Rekomendasi Plugin (Lihat Pintasan Panduan), Saya sudah menjelaskan rekomendasi plugin yang digunakan pada demo site ID Blog. Karena penggunaan beberapa plugin bisa beresiko menyebabkan bentrok antar plugin. Jadi cara setting plugin Jetpack dibawah ini sudah sesuai dengan kombinasi Plugin yang digunakan ya…

Biar semakin paham, silahkan simak penjelasan setiap fitur plugin Jetpack berikut ini:

#1 Setting Keamanan Jetpack

Untuk versi gratis, ada 3 fitur keamanan Jetpack yang bisa digunakan.

Pertama: Pemantauan Waktu Tidak Aktif (downtime)

Jika diaktifkan, maka Jetpack akan memantau downtime situs Anda. Ketika situs Anda tidak bisa diakses, Jetpack akan mengirimkan pemberitahuan kepada Anda melalui email.

Saya tidak mengaktifkan fitur ini. Karena menurut Saya sendiri fitur ini tidak begitu optimal kecuali jika Anda menggunakan versi Premium.

Kedua, Perlindungan Terhadap Serangan Paksa (Bruto Force).

Fitur cegah Bruto Force ini cukup ampuh untuk menutup celah keamanan WordPress.

Note: Pada dasarnya WordPres itu aman. Sangat jarang website yang menggunakan WordPress berhasil ditembus oleh Hacker. Namun ada baiknya sedia payung sebelum hujan.

Jika Anda mengaktifkan fitur ini, Jetpack akan melindungi Website WordPress Anda dari login paksa (Bruto Force) yang dilakukan berulang kali oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ketika Jetpack mendeteksi adanya percobaan login yang gagal dan berulang kali, maka Jetpack akan memblokir form login untuk beberapa waktu kedepan.

Selain itu, Anda juga bisa menambahkan IP Address tertentu agar selalu bisa login ke meskipun form login diblockir oleh Jetpack.

Oh ya, pilihan ini optional ya… Hanya jika Anda mengerti.

Ketiga: Autentikasi Dua Faktor.

Pada tahap kedua dalam setting plugin Jetpack, Anda membuat akun wordpress.com. Nah, jika Anda mengaktifkan fitur ini, maka Anda juga bisa login ke dashboard admin WordPress menggunakan akun wordpress.com.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan autentikasi dua langkah bawaan wordpress.com. Silahkan gunakan fitur ini jika Anda butuh.

#2 Setting Performa Jetpack

Fitur Akselerator Jetpack (pemuatan gambar dan file statis) dan Lazy Load sudah tersedia dalam plugin cache seperti W3 Total Cache, WP Rocket, LiteSpeed Cache dll.

Untuk urusan caching, jauh lebih baik menggunakan plugin khusus cache. Dalam serial Panduan WordPress M Jurnal, Saya menyerahkan urusan caching pada plugin W3 Total Cache (Lihat Pintasan Panduan).

Note: Beberapa Theme WordPress juga sudah mendukung fitur Lazy Load bawaan. Jika theme website Anda mendukung, lebih baik gunakan fitur bawaan itu.

Namun, jika theme WordPress Anda tidak mendukung Lazy Load atau Anda ingin menyerahkan urusan caching dan Lazy Load pada plugin Jetpack, silahkan aktifkan fitur tersebut.

Sedikit Saya jelaskan kegunaan fitur ini:

Fitur Akselerator situs dari Jetpack akan mempercepat proses pemuatan gambar dan file statis (CSS dan JavaScript) agar loading Website Anda tidak terlalu lambat.

Jadi semua gambar dan file statis dalam website Anda akan disimpan dan ditampilkan melalui CDN Jetpack. Proses ini akan meringankan beban server.

Misalnya, silahkan buka gambar diatas dalam Tab Baru, Anda akan melihat URL seperti ini: https://i1.wp.com/mjurnal.com/wp-content/uploads/2021/07/cara-setting-jetpack-wordpress-12-min.png?ssl=1.

Itu merupakan URL CDN Jetpack. Jadi file gambar ini tidak langsung berasal dari server website M Jurnal.

Sedangkan fitur Lazy load berguna untuk menunda browser visitor untuk nge-loading gambar yang belum terlihat pada layar sehingga loading halaman website Anda bisa lebih cepat.

Bagian ini sangat penting untuk Dasar SEO WordPress Anda. karena ketika loading untuk membuka halaman Website Anda terlalu lama, visitor akan cenderung pergi sebelum halaman tersebut tampil.

Sangat disayangkan karena jika hal ini terjadi, Anda cenderung lebih sering kehilangan visitor. Fitur Akselerator dan Lazy Load dari Jetpack ini sudah cukup membantu Website Anda.

#3 Setting Tulisan Jetpack

Ketika melakukan setting dalam Tab Tulisan Jetpack WordPress, Anda bisa menambahkan fitur-fitur baru yang memiliki kegunaan tertentu.

Jangan terlalu banyak mengaktifkan fitur. Cukup aktifkan beberapa fitur saja. Fitur-fitur ini memiliki fungsi sebagai berikut:

Fitur Tulisan JetpackKegunaannya

Media Untuk menampilkan galeri gambar dalam bentuk carousel (slider).
Menulis Untuk menambahkan fitur tambahan ketika menulis konten seperti menyalin postingan yang sudah ada, menggunakan markup LaTex untuk menulis persamaan dan rumus matematika dll.
Custom Post Untuk membuat jenis postingan kustom yang sepenuhnya terpisah dari post dan laman seperti Testimonial dan Portofolio.
Infinite Scroll Gulir tanpa batas maksudnya ketika pengguna scroll ke bawah, maka website Anda akan ngeload list konten berikutnya. Fitur ini bisa Anda lihat pada halaman kategori atau Blog Post.
Widget Mendapatkan widget tambahan dan mengatur conditional widget (memungkinkan untuk menampilkan widget pada halaman tertentu saja.
Kirim Pos Lewat Email Memungkinkan Anda untuk mengirim postingan baru melalui email.

Tabel: Kegunaan Fitur Tulisan Jetpack WordPress

Note: Dari sekian banyak fitur tulisan Jetpack WordPress, cukup aktifkan dan setting yang paling penting saja. Biasanya fitur widget tambahan cukup membantu mengembangkan website WordPress Anda.

Fitur ini berguna untuk membuat Conditional Widget.

Atau dengan kata lain, Anda bisa membuat Widget Website hanya tampil ketika kondisi tertentu terpenuhi.

Penting! Widget bisa saja berada dalam Header atau Sidebar maupun Footer. Materi ini sudah Saya bahas pada SUB-BAB sebelumnya.

Misalnya, ketika Anda mengunjungi Artikel pada Website M Jurnal menggunakan PC / Desktop, maka Widget iklan Google AdSense akan tampil dalam Sidebar sebelah kanan layar seperti gambar berikut:

Namun, Widget untuk iklan AdSense akan tersembunyi secara otomatis ketika Anda mengunjungi halaman Pusat Panduan WordPress M Jurnal seperti gambar berikut:

Jika Anda perhatikan, M Jurnal hanya menampilkan widget tertentu pada masing-masing jenis postingan. Tentunya Anda bisa memanfaatkan fitur ini untuk mengoptimalkan konten.

#4 Setting Berbagi Jetpack

Ada 3 fitur dalam Tab Berbagi Jetpack yaitu:

Fitur Berbagi JetpackKegunaannya

Sambungan Publikasi Mempublikasikan postingan / artikel secara otomatis ke social media Anda.
Tombol Berbagi Menambahkan tombol berbagi (share) ke sosial media pada setiap akhir postingan / artikel atau halaman.
Tombol Suka Menambahkan tombol suka dalam setiap akhir postingan / artikel atau halaman.

Tabel: Kegunaan fitur berbagi Jetpack WordPress.

Saya rasa hanya fitur Sambungan Publikasi dan Tombol Berbagi yang benar-benar penting.

Fitur Sambungan Publikasi akan mempublikasikan postingan terbaru Anda ke Fanspage Facebook, Twitter, LinkedIn dll secara otomatis ketika postingan baru pertama kali diterbitkan. Jadi bisa menghemat waktu.

Dalam Tab Berbagi bagian Sambungan Publikasi, klik “sambungkan akun media sosial Anda”, kemudian hubungkan media sosial Anda satu per satu.

Sementara itu, jika Anda mengaktifkan fitur Tombol Berbagi, jangan lupa atur tombol share apa saja yang akan tampil.

Kurang lebih tampilan Tombol Share Jetpack seperti ini:

Note: Beberapa Theme WordPress sudah ada yang memiliki fitur Tombol Share bawaan. Jika memungkinkan, gunakan fitur bawaan theme. Jika tidak, gunakan fitur Jetpack atau bantuan Plugin lainnya.

Silahkan setting bagian ini sesuai kebutuhan Anda. Saya sarankan jangan terlalu banyak menggunakan tombol share.

Cukup gunakan tombol yang paling populer saja seperti WA, Facebook, LinkedIn, Twitter dan lain sebagainya.

Karena sepengalaman Saya, semakin banyak tombol share, maka semakin kecil kemungkinan pengunjung menggunakannya. Mereka cenderung bingung dan tidak jadi share artikel Anda.

#5 Setting Diskusi Jetpack

Form Komentar bawaan WordPress sering jadi incaran para spamer. Selain itu, desainnya juga kurang menarik.

Dalam fitur setting Jetpack, Anda bisa mengubah tampilan form komentar dan meningkatkan keamanan dari resiko spam coment.

  1. Form Komentar

Pada bagian ini, Anda bisa mengatur apakah pengguna bisa menggunakan akun WordPress.com / Google / Twitter / Facebook untuk meninggalkan komentar pada artikel Anda.

Selain itu, Anda juga bisa membuat Custom Judul Form Komentar. Secara default, Jetpack akan menggunakan kata “Tinggalkan Komentar”.

Untuk M Jurnal, Saya mengubah judul form komentar menjadi Silahkan Coret-coret Kolom Komentar:.

Anda bisa menggunakan kata-kata menarik lainnya untuk meningkatkan Interaksi Pengguna.

Jika semakin banyak pengguna yang meninggalkan komentar pada Artikel Anda, Saya yakin Artikel Anda memiliki nilai yang cukup baik. Walaupun penilaian bukan hanya dari jumlah komentar saja.

  1. Berlangganan Komentar

Fitur berlangganan cukup mampu meningkatkan interaksi pengguna pada Website WordPress Anda.

Misalnya ketika pengguna ingin berlangganan komentar, maka ketika Anda atau orang lain membalas komentar mereka, secara otomatis, jetpack akan mengirimkan Email ke pengguna tersebut bahwa ada balasan komentar mereka di Website Anda.

Fitur ini cukup berguna untuk membuat pengunjung kembali ke Website Anda.

#6 Setting Lalu Lintas Jetpack

Dalam Tab Lalu Lintas Jetpack, ada 6 fitur gratis yaitu Pos Terkait, Optimasi Mesin Pencari, Statistik Situs, Tautan Pendek wp.me, Peta Situs dan Verifikasi Situs.

Note: Saya tidak mengaktifkan 1 pun fitur lalu lintas Jetpack kecuali Statistik Situs karena tidak bisa non-aktif. Simak penjelasan berikut untuk mengetahui apa alasan Saya tidak menggunakan fitur-fitur yang sangat penting ini.

Pos Terkait

Pos terkait memang penting. Tapi tidak selalu harus menggunakan bantuan plugin.

FYI, Pos terkait merupakan postingan yang berhubungan dengan konten utama (saat ini) yang umumnya terletak di akhir konten.

Namun, pada umumnya beberapa theme WordPress sudah menyediakan fitur Pos Terkait. Misalnya pos terkait seperti Demo Site ID Blog:

Atau seperti Demo Site Blog Biz berikut:

Jika theme WordPress Anda tidak menyediakan fitur pos terkait, silahkan aktifkan fitur Pos Terkait Jetpack seperti berikut:

Jika perlu, lakukan konfigurasi melalui fitur Live Preview untuk melihat tampilannya secara langsung.

Statistik Situs

Statistik Situs akan menunjukkan berapa jumlah view dari website Anda per hari, minggu dan bulan seperti ini:

Fitur statistik Jetpack juga cukup lengkap (bukan detail). Saya rasa untuk pemula, fitur ini sudah cukup membantu untuk mengetahui jumlah visitor harian, sumber trafik dll..

Namun jika website / blog Anda sudah berkembang atau membutuhkan laporan trafik yang lebih detail, lebih baik gunakan Google Analytics. Nanti bisa Anda pelajari dalam SUB-BAB Setting Google Analytics.

Tautan Pendek wp.me

Fitur ini memungkinkan Anda untuk membuat link pendek (shortener URL) dari URL postingan / halaman WordPress.

Jika Anda pernah menggunakan bit.ly untuk memperpendek link, maka dalam WordPress, wp.me salah satu alternatifnya.

Jetpack secara otomatis akan membuat URL pendek dari postingan / halaman Anda ketika pertama kali mempublikasikannya.

URL pendek ini akan dimulai dari wp.me/url-konten.

Saya tidak menggunakan fitur ini karena Saya tidak membutuhkannya.

Optimasi Mesin Pencari, Peta Situs dan Verifikasi Situs

Saya tidak akan bahas secara detail tentang ke 3 istilah ini karena artikel ini bakal bisa jadi sangat panjang, mungkin 10.000 kata.

Tapi intinya…

Ke 3 fitur ini sangat, sangat, sangat penting jika ingin website Anda muncul dan mampu bersaing dengan kompetitor di hasil pencarian (SERP – Search Engine Result Page), seperti Google Search, Bing, Yandex dll.

Optimai Mesin Pencari akan menangani kualitas konten. Peta Situs akan digunakan oleh search engine untuk melihat struktur situs Anda kemudian melakukan indexing.

Sedangkan Verifikasi Situs berguna untuk mendaftarkan website / blog Anda ke search engine.

Untuk mendaftarkan situs ke search Engine Google, silahkan ikuti SUB-BAB Google Search Console.

Sementara Search Engine Bing, Ikuti SUB-BAB Bing Webmaster.

Bagi Saya, plugin Jetpack kurang optimal menangani SEO WordPress.

Karena SANGAT PENTING, maka Saya tidak menggunakan Jetpack untuk mengelolanya melainkan menggunakan Plugin Yoast SEO (Lihat Pintasan Panduan).

Note: Jika Anda menggunakan Fitur Optimasi SEO dari Jetpack, maka jangan gunakan plugin SEO lainnya (misalnya seperti Yoast SEO, Rank Math, All in One SEO dll).

Tidak ada gunanya menggunakan lebih dari 1 plugin SEO. Resikonya bisa terjadi bentrok antar plugin. Atau salah satu plugin akan mengalah seperti ini:

Jadi lebih baik gunakan 1 saja.

Misalnya gunakan Jetpack lalu hapus plugin SEO lainnya. Atau Gunakan plugin SEO lainnya, lalu non-aktifkan fitur SEO Jetpack.

Saya rasa materi ini sudah cukup sebagai pengenalan plugin Jetpack WordPress, cara install serta cara setting dan optimasi fitur.

Next… silahkan lanjutkan ke SUB-BAB berikutnya melalui Pintasan Panduan berikut:

Leave a Comment