[Kupas Tuntas] Analisis Statistik Deskriptif Dalam Penelitian

Analisis statistik deskriptif berguna untuk melihat karakteristik (gambaran data secara umum) yang dilihat dari nilai rata-rata, tertinggi (max), terendah (min), standar deviasi, variance, dan lain sebagainya dari data yang akan diolah.

Ada banyak software yang bisa digunakan untuk analisis deskriptif data, diantaranya Microsoft Excel, SPSS, dan E-Views.

Untuk analisis deskriptif kuesioner, saran Saya lebih enak menggunakan software Excel. Karna lebih ringan di bandingkan SPSS dan lebih mudah dibandingkan E-Views.

Nah dalam panduan ini, Saya akan menunjukkan bagaimana cara melakukan analisis statistik deskriptif (langkah demi langkah) + gratis template khusus yang mudah dimodifikasi (sudah di set).

Namun, sebelum melakukan analisis statistik deskriptif, pahami dahulu kapan saat yang tepat menggunakan alat analisis ini.

Kapan Saat yang Tepat Menggunakan Analisis Statistik Deskriptif ?

Tergantung penelitian Anda… Penelitian itu kan ada banyak macamnya. Ada yang menggunakan angket kuesioner, dan ada yang tidak.

Tapi, dalam penelitian Ekonomi dan Bisnis, umumnya ada dua penerapan berbeda untuk analisis statistik deskriptif ini.

Pertama, statistik deskriptif untuk data hasil kuesioner (total skor jawaban responden).

ni biasanya bertujuan untuk melihat: berapa sih jumlah respondennya; rata-rata, standar deviasi, varian, nilai tertinggi, dan terendah dari total skor kuesioner.

Kedua, untuk data yang digunakan untuk pengujian hipotesis (biasanya sebelum uji t, uji F, analisis regresi, uji beda dll).

Untuk statistik deskriptif yang kedua ini biasanya sudah otomatis ada dalam output SPSS atau E-Views ketika melakukan uji hipotesis.

Jadi apakah analisis statistik deskriptif harus di lakukan dua kali dalam sebuah penelitian ? Ya balik lagi.. tergantung kebijakan kampus Anda.

Penelitian itu kan ada alur pengujiannya… Ada sistematika penulisannya. Biasanya setiap kampus punya kebijakan masing-masing. Jadi Saya tidak bisa bilang mesti wajib berapa kali…

Terlepas dari kapan saat yang tepat melakukan uji statistik deskriptif, tahap-tahap melakukannya sama saja. Mulai dari tabulasi data > setting > output.

Langkah-Langkah Analisis Statistik Deskriptif Kuesioner

Penting! Silahkan siapkan tabulasi data dan hitung skor total setiap responden penelitian Anda dalam beberapa sheet terlebih dahulu. Panduannya sudah Saya bahas dalam SUB-BAB sebelumnya (lihat Pintasan Panduan).

Kemudian, untuk melakukan analisis statistik deskriptif di Excel, silahkan ikuti tahap-tahap berikut:

  1. Buat Tabulasi Data Total Skor Responden.
  2. Rekomendasi: Gunakan Format Table Bernama.
  3. Analisis Statistik Deskriptif menggunakan Add-in Analysis ToolPak.

Penting! Analisis statistik deskriptif di Excel menggunakan bantuan add-in Analysis ToolPak. Jadi pastikan software Excel Anda sudah memiliki add-in ini. Jika tidak ada, saran Saya, lebih baik gunakan template yang sudah Saya buat.

Namun, jika Anda ingin belajar lebih dalam tentang add-in ini dan bagaimana cara menggunakannya, ketiga tahap diatas akan Saya uraikan dibawah.

#1 Buat Tabulasi Data Total Skor Responden

Dalam file Excel Anda, tambahkan sheet baru dan ubah namanya menjadi “Stat Deskriptif” atau nama lain yang mudah dikenali.

Pada sheet “Stat Deskriptif”, buat tabel baru dan isi No, X1, X2, dan Y sebagai judul kolom. Sesuaikan dengan jumlah variabel penelitian Anda. Tampilannya seperti ini:

Untuk kolom No sudah jelas, buat saja nomor urut dari 1 sampai nomor responden terakhir dalam penelitian Anda.

Sedangkan untuk kolom X1, X2, dan Y, silahkan copy-paste skor total jawaban responden sesuai variabel nya.

Misalnya, untuk kolom X1, copy skor total pada tabulasi data variabel X1, lalu paste ke cell B4. Begitu juga dengan variabel lainnya (jika ada).

Penting! Gunakan Paste-Special: Value Only untuk menyalin nilai nya saja. Selain itu, untuk kemudahan penggunaan, Anda juga bisa menggunakan fitur View Multiple Worksheet untuk melihat dua atau lebih sheet dalam satu file Excel secara bersamaan seperti gambar berikut:

Atau menggunakan cell reference relative juga bisa.

Anda bisa menggunakan rumus ='X1'!AG3 pada cell B4, ='X2'!AJ3 pada cell C4, dan ='Y'!AE3 pada cell D4 pada sheet “Stat Deskriptif”.

Kemudian lakukan AutoFill ke bawah untuk mengambil total skor responden lainnya secara otomatis.

Ingat! rumusnya beda-beda. Ini merupakan aturan penulisan rumus beda sheet (3D Reference). Gunakan cara yang paling nyaman bagi Anda.

#2 Gunakan Format Tabel Bernama

Seperti biasa, Saya selalu merekomendasikan penggunaan fitur Format Tabel Bernama di Excel ketika melakukan analisis data.

Selengkapnya silahkan ikuti panduan membuat Tabel bernama di Excel. Fitur ini jauh lebih baik dari pada menggunakan border untuk membuat sebuah tabel.

Yang terpenting ketika menggunakan format tabel bernama, silahkan ubah nama tabel pada tab Design, misalnya Saya mengubahnya menjadi total_skor seperti gambar berikut:

#3 Analisis Statistik Deskriptif Menggunakan Analysis ToolPak

Sekali lagi Saya ingatkan, analisis statistik deskriptif di Excel membutuhkan add-in tambahan, yaitu Analysis ToolPak. Jika software Excel Anda tidak memiliki add-in ini, lebih baik gunakan template otomatis yang sudah Saya buat.

Jadi, jika software Excel Anda memiliki add-in analysis ToolPak, silahkan ikuti tahap-tahap analisis deskriptif berikut:

  1. Klik Tab Data, kemudian klik Data Analysis.
  2. Pilih Descriptive Statistics, kemudian klik OK.
  3. Klik kolom Input Range, kemudian pilih (blok) semua data skor total. dalam contoh ini dari cell B3 sampai D86.
  4. Ubah Grouped By menjadi Column. Karena data variabel terpisah berdasarkan kolom.
  5. Centang Label in First Row. Ini karena pada tahap 3, kita memilih semua data “termasuk” judul kolom (Row 3).
  6. Pilih Output Range, kemudian klik cell manapun sebagai output analisis statistik deskriptif. Misalnya cell F3.
  7. Centang Summary statistics, kemudian Klik OK dan lihat hasilnya:

Bagaimana, mudah bukan ? Semua output statistik deskriptif yang kita butuhkan sudah ada dari hasil Analaysis ToolPak ini.

Selanjutnya, yaa… ada baiknya ubah juga desain output statistik deskriptif ini. Ubah warna cell berdasarkan variabel juga bagus. Yang penting mudah dibaca. Kalau Saya mengubahnya, palingan begini saja sudah cukup:

Ada 13 output yang punya makna berbeda-beda. Silahkan skip ke bagian Membaca Output Statistik Deskriptif.

Atau, jika software Excel Anda tidak memiliki Add-in Analysis ToolPak, silahkan gunakan template berikut:

Download Template Analisis Deskriptif Otomatis

Template Analisis Deskriptif ini menggunakan kombinasi format Tabel bernama dan beberapa Rumus Excel. Jadi, template ini dapat disesuaikan dengan berbagai macam kebutuhan.

Misalnya, jika penelitian Anda memiliki variabel independent lebih atau kurang dari 2, maka Anda bisa menambahkan kolom baru atau menghapus yang sudah ada.

Untuk menambahkan/mengurangi jumlah responden juga mudah. Akan Saya jelaskan caranya dibawah.

Silahkan download melalui tombol berikut:

Note: Link di atas akan membuka Excel Online. Cara menyimpan file: Klik Tab File > Save As > Download a Copy. Jika link download rusak atau tidak berfungsi, silahkan beritahu Saya melalui kolom komentar. Terima kasih 🙂

#1 Kombinasi Rumus Yang Digunakan

Rumus-rumus yang Saya gunakan dalam template ini sudah sesuai dengan fungsi default yang digunakan Excel pada add-in analysis ToolPak, yaitu:

DeskriptifRumus

Mean AVERAGE
Standard Error Gabungan: STDEV.S, SQRT, dan COUNT
Median MEDIAN
Mode MODE
Standard Deviation STDEV.S
Sample Variance VAR.S
Kurtosis KURT
Skewness SKEW
Range MAX dan MIN
Minimum MIN
Maximum MAX
Sum SUM
Count COUNT

Tabel: Rumus menghitung Analisis Deskriptif Statistik.

Silahkan pelajari masing-masing panduan fungsi Excel tersebut jika perlu.

Namun yang perlu Saya tekankan, template ini menggunakan kombinasi format table bernama dan fungsi Excel. Jadi rumus-rumus ini menggunakan struktur tabel ke dalam argumentnya.

Sebagai contoh, lihat rumus AVERAGE pada cell L4 untuk variabel X1. Saya menggunakan rumus =AVERAGE(total_skor[X1]). Sementara cell M4 menggunakan rumus =AVERAGE(total_skor[X2]).

Itulah yang disebut dengan rumus terstruktur. total_skor merupakan nama tabel. Sedangkan [X1] merupakan judul kolom X1 pada tabel tersebut. Itulah kunci dari template ini. Konsepnya sama dengan named range, tapi jauh lebih fleksibel.

Nah, sekarang pelajari bagaimana cara memodifikasi template ini agar rumus berjalan dengan benar.

#2 Cara Memodifikasi Template

Untuk memodifikasi template analisis deskriptif ini, perhatikan tujuan Anda baik-baik.

Untuk menambahkan kolom baru, misalnya untuk variabel X3, silahkan klik header kolom terakhir (yaitu kolom D). Kemudian klik Insert pada tab Home seperti gambar berikut:

Ingat!, yang dipilih (klik) itu header kolom (huruf abjad A, B, C, D, dst) pada mistar horizontal di bawah formula bar.

Sementara untuk menambahkan baris baru, cukup masukkan data Anda tepat dibawah baris terakhir. Secara otomatis baris itu akan masuk ke dalam bagian tabel bernama.

Apabila Anda menambahkan kolom baru pada tabel “Total Skor Kuesioner”, lakukan juga hal yang sama pada tabel output “Analisis Statistik Deskriptif”.

Misalnya, menambahkan kolom variabel X3, hasilnya akan menambahkan kolom baru tanpa nilai (kosong). Selanjutnya jangan copy-paste rumus. Tapi gunakan fitur AutoFill.

Caranya, pilih (blok) semua rumus pada kolom sebelah kirinya (dalam contoh ini kolom variabel X2), kemudian arahkan kursor ke sudut kanan bawah pada cell terakhir yang sudah dipilih. Pastikan kursor berubah menjadi tanda plus (+) seperti ini:

Selanjutnya, klik kiri dan tarik ke kanan, lalu lepas klik kiri. Secara otomatis, rumus akan menyesuaikan dengan struktur tabel seperti gambar berikut:

Yaah… sejauh ini Saya rasa tidak sulit menyesuaikan template analisis deskriptif M Jurnal. Sekarang, pahami cara membaca output statistik deskriptif ini…

Cara Membaca Hasil Analisis Statistik Deskriptif

Statistik Deskriptif memberikan beberapa indikator untuk memberikan gambaran mengenai data. Indikator-indikator ini bertujuan untuk mengukur beberapa hal berikut:

DeskriptifKegunaan

Mean Nilai rata-rata data.
Standard Error Melihat sebaran rerata sampel terhadap rerata dari rerata keseluruhan kemungkinan sampel (rerata populasi).
Median Nilai tengah.
Mode Nilai yang paling sering muncul.
Standard Deviation Melihat tingkat variasi data.
Sample Variance Merupakan kuadrat dari standard deviation.
Kurtosis Melihat apakah data berdistribusi normal.
Skewness Melihat apakah data berdistribusi normal.
Range Rentang data, yaitu jarak antara nilai tertinggi dan terendah.
Minimum Nilai terendah.
Maximum Nilai tertinggi.
Sum Total data.
Count Menghitung banyak sample / responden.

Tabel: Kegunaan Output Analisis Statistik Deskriptif

Tidak semua indikator wajib dimasukkan ke dalam hasil penelitian Anda. Biasanya yang paling sering digunakan itu adalah mean, median, mode, standard deviation, range, minimum, maximum, dan count.

Saya berikan satu contoh…. Coba lihat kembali output analisis statistik deskriptif diatas untuk variabel X1. Kurang lebih Saya dapat menjabarkannya seperti ini:

Selesai… itu hanya untuk satu variabel.

Note: Untuk sebagian besar penelitian Ekonomi dan Bisnis, analisis statistik deskriptif bukan analisis utama, tapi sebagai penjelas tentang gambaran total skor angket kuesioner penelitian Anda.

Nah, setelah melakukan analisis statistik deskriptif ini, biasanya peneliti harus membuat Frekuensi Kumulatif. Biasanya yaa… tergantung kampus Anda.

Selengkapnya tentang proses olah data berikutnya dapat Anda lihat melalui pintasan panduan berikut:

Leave a Comment