Cara Mudah Menentukan Variabel Paling Dominan

Salah satu dari sekian banyak tujuan penelitian adalah menentukan variabel mana yang paling dominan (berpengaruh). Penentuan variabel paling dominan hanya dapat dilakukan jika variabel independen (bebas / X) lebih dari 1 (satu).

Apabila penelitian yang Anda lakukan hanya terdiri dari 1 variabel independen, maka tidak perlu mencari variabel mana yang paling dominan. Lalu bagaimana cara mudah menentukan Variabel paling dominan ? Selengkapnya, mari simak ulasan berikut:

Video Cara Menentukan Variabel Paling Dominan

Ada Update Baru dari M Jurnal !

Bagi teman-teman yang lebih terbiasa menonton video ketimbang membaca atau yang ingin tahu kenapa Saya hanya menggunakan logika sederhana dalam menentukan variabel paling dominan, Yuk tonton video Channel M Jurnal berikut:

Video : M Jurnal Official (Youtube)

Jika Anda Lebih Suka Membaca, silahkan simak tutorial di bawah yaa..

Okee.. Lanjut ke tutorial yaa..

Konsep Variabel Paling Dominan

Variabel paling dominan merupakan variabel yang paling mempengaruhi dalam suatu model. Sebagai contoh kami menggunakan model regresi linear berganda yang terdiri 4 variabel independen dan 1 variabel dependen. Penelitian ini bertujuan mencari pengaruh CAR (X1), NPL (X2), BOPO (X3), dan CR (X4) terhadap ROA (Y). Dengan demikian dapat kita susun persamaan regresi linear pada contoh ini sebagai berikut:

Y = α + β1 X1 + β2 X2 + β3 X3 + β4 X4 + еt

Dimana:
Y         = ROA
α          = Intercept
β1         = Coefficient Regresi (besaran pengaruh) variabel X1 terhadap Y
β2         = Coefficient Regresi (besaran pengaruh) variabel X2 terhadap Y
β3         = Coefficient Regresi (besaran pengaruh) variabel X3 terhadap Y
β4         = Coefficient Regresi (besaran pengaruh) variabel X4 terhadap Y
X1        = CAR
X2        = NPL
X3        = BOPO
X4        = CR
еt          = Error Term

Jika digambarkan, kerangka pemikiran model regresi linear di atas sebagai berikut:

Perhatikan gambar di atas, setiap variabel independen (X) memiliki anak panah tunggal (satu arah) menuju variabel dependen (Y). Maksud anak panah ini adalah “Besaran Pengaruh”. Jadi setiap variabel independen di asumsikan mempengaruhi variabel dependen.

Besaran pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dilambangkan dengan Beta (β). β dapat bernilai negatif maupun positif. Nilai β inilah yang menunjukkan variabel mana yang paling dominan. Selain itu, signifikan atau tidak signifikan juga mempengaruhi pemilihan variabel mana yang paling dominan.

Contoh 1 – Variabel Paling Dominan

Sebagai contoh, kami asumsikan Beta (β) setiap variabel sebesar berikut ini:

Variabel Beta (β) P-Value
X1 0.4523 0.08234
X2 0.6350 0.05672
X3 0.5332 0.02346
X4 0.4051 0.01997

Pada alpha (α) sebesar 5% (0.05), tentukanlah variabel mana yang paling dominan !

Jika Anda menjawab variabel X2 yang paling dominan, maka jawaban Anda SALAH. Variabel yang paling dominan adalah variabel X3. Kenapa demikian ? Memang benar variabel X2 memiliki β paling besar. Akan tetapi memilih variabel X2 sebagai variabel paling dominan sangat tidak tepat, karena variabel X2 tidak berpengaruh nyata pada α sebesar 5%.

Coba perhatikan kolom P-Value X2 sebesar 0.05672 > 5%. Sedangkan P-Value variabel X3 sebesar 0.02346 < 5%. Dengan demikian, meskipun β variabel X3 < X2, memilih variabel X3 sebagai variabel paling dominan merupakan pilihan yang tepat, karena X3 memiliki P-Value < α.

Kenapa kita tidak memilih X4 sebagai variabel paling dominan, sedangkan X4 memiliki P-Value < α ?. Memang benar X4 memiliki P-Value < α, akan tetapi, β X4 lebih mendekati 0 (nol) dibandingkan dengan β X3. Jadi pilihan variabel paling dominan yang tepat adalah X3.

Lalu bagaimana jika β bernilai negatif ?

Pertanyaan yang bagus, untuk menjawab pertanyaan tersebut perhatikan contoh berikut.

Contoh 2 – Variabel Paling Dominan

Kami asumsikan Beta (β) setiap variabel sebesar berikut ini:

Variabel Beta (β) P-Value
X1 -0.051285 0.361154
X2 -0.425467 0.003354
X3 -0.051560 0.000072
X4 0.017906 0.003382

Pada alpha (α) sebesar 5% (0.05), tentukanlah variabel mana yang paling dominan !

Jika Anda menjawab variabel X4 sebagai variabel paling dominan, maka jawaban Anda SALAH. Loh, kenapa demikian ? padahal  X4 memiliki β paling besar dan P-Value < α. Memang benar, akan tetapi, pada contoh ini kita menemukan β bernilai negatif.

Seperti yang telah kita bahas di awal, β dapat bernilai negatif maupun positif. Makna nya adalah β tersebut merupakan uji dua arah. Artinya, apabila Beta (β) bernilai negatif, maka variabel tersebut berpengaruh negatif terhadap variabel dependen. Dan sebaliknya apabila Beta (β) bernilai positif, maka variabel tersebut berpengaruh positif terhadap variabel dependen.

Dalam kondisi ini, untuk menentukan variabel mana yang paling dominan adalah sebagai berikut:

  1. Apakah variabel tersebut berpengaruh signifikan atau tidak. Caranya bandingkan P-Value dengan α. Pada contoh ini, X2, X3, dan X4 berpengaruh signifikan karena P-Value ketiganya < α.
  2. Bandingkan nilai β. Semakin β menjauhi nol (0), maka variabel tersebut semakin berpengaruh (dominan). Pada contoh ini, β variabel X2 semakin menjauhi nol (0). Dengan demikian, variabel yang paling dominan adalah variabel X2.

“Sehingga dapat disimpulkan bahwa Variabel yang paling dominan merupakan variabel yang berpengaruh signifikan dengan beta semakin menjauhi nol (0).”

Sebagai tambahan, kami berikan satu soal latihan. Beta dan P-Value setiap variabel ditunjukkan pada tabel berikut:

Variabel Beta (β) P-Value
X1 -0.501285 0.011154
X2 -0.515467 0.033354
X3 0.513260 0.043972
X4 0.502906 0.013382

Pada α sebesar 5%, tentukan variabel mana yang paling dominan !
Jika Anda telah menemukan jawabannya, silahkan ketik pada kolom komentar di bawah ya… Good Luck !

Menentukan Variabel Paling Dominan Pada Excel

Bagaimana cara menentukan variabel paling dominan pada output regresi linear dari Ms. Excel ? Selengkapnya, silahkan simak step by step berikut ini:

Pada alpha (α) sebesar 5% (0.05), tentukanlah variabel mana yang paling dominan !

  1. Tentukan variabel mana yang berpengaruh signifikan. Pada gambar di atas, terlihat bahwa variabel X2 dan X3 berpengaruh signifikan karena P-Value < 5%. Sehingga eliminasi variabel X1 dan X4 dalam pemilihan variabel yang paling dominan.
  2. Nilai β pada Excel ditunjukkan pada kolom Coefficients. Pada tahap ini, tentukan β (Coefficients) mana yang paling menjauhi nol (0). Dalam contoh ini adalah variabel X2. Dengan demikian, variabel yang paling dominan adalah variabel X2 (NPL).

Menentukan Variabel Paling Dominan Pada Eviews

Pada EViews, output regresi linear cukup berbeda. Untuk dapat mentukan variabel mana yang paling dominan, silahkan simak step by step berikut ini:

Pastikan Anda telah melakukan estimasi persamaan regresi linear pada EViews.

  1. Pertama-tama, buka output estimasi model regresi.
  2. Muncul jendela equation, perhatikan nilai Nilai ini dapat dikatakan sebagai P-Value. Jika kita lihat, hanya variabel NPL dan BOPO yang berpengaruh signifikan terhadap ROA. Oleh karena itu, variabel NPL dan BOPO lolos dalam tahap pertama seleksi variabel paling dominan.
  3. Perhatikan nilai β. Pada EViews, nilai β disajikan pada kolom Coefficient. Sehubungan CAR dan CR telah tereliminasi, maka fokus saja pada variabel NPL dan BOPO. Kesimpulannya, variabel yang paling dominan adalah variabel NPL karena memiliki β paling menjauhi nol (0).

Menentukan Variabel Paling Dominan Pada SPSS

SPSS juga menyediakan analisis regresi linear. Untuk menentukan variabel mana yang paling dominan, silahkan perhatikan step by step berikut ini:

  1. Output SPSS menyediakan berbagai macam tabel, klik tabel Coefficients.
  2. Eliminasi variabel yang berpengaruh tidak signifikan dengan membandingkan pada SPSS dengan α. Dari gambar di atas, maka Variabel yang berpengaru signifikan adalah NPL dan BOPO.
  3. Sehubungan variabel NPL dan BOPO lolos tahap seleksi pertama, maka dilanjutkan dengan menentukan variabel yang memiliki β semakin menjauhi nol (0). Pada contoh ini, NPL memiliki β paling menjauhi nol (0). Dengan demikian, variabel yang paling dominan adalah Variabel NPL.

Demikian ulasan singkat dari kami mengenai Cara Mudah Menentukan Variabel Paling Dominan, semoga ulasan ini bermanfaat bagi kita semua. Terimakasih atas kunjungannya 🙂

Leave a Comment